Marhaban Ya Ramadhan, 2 Golongan Yang Berbeda Dalam Menyambut Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan adalah Sayyidus Suhud, bulan yang paling mulia, Ramadhan adalah Syahrul Mubarok, bulan yang penuh dengan berkah, Ramadhan adalah Syahrul Magfiroh, bulan yang penuh dengan pengampunan, dan Ramadhan adalah Syahrul Ibadah, bulan musim ibadah bagi orang-orang iman.

Manusia didalam menyambut bulan Ramadhan ada dua golongan.

Golongan PERTAMA : orang-orang yang senang, bergembira, bersuka-cita dalam menyambut bulan Ramadhan, karena didalam bulan Ramadhan penuh dengan kebarokahan, penuh dengan pengampunan penuh dengan rahmat, maka mereka bergembira didalam menyambut bulan Ramadhan.

Mereka menganggap Ramadhan sebagaimana tamu yang menyenangkan, tamu yang membuat mereka bergembira, tamu yang membuat tentram dengannya dan tamu pada saat berpisah membuat mereka bersedih bahkan menangis, mereka seperti itu karena di dalam diri mereka ada beberapa hal;

  • Yang pertama: mereka adalah orang-orang yang biasa tertib mengerjakan kewajiban ibadah, biasa tertib mengerjakan ketaatan sehingga tatkala Ramadhan datang mereka betambah bergembira karena didalamnya penuh dengan keutamaan-keutamaan, penuh dengan pengampunan-pengampunan dari Allah swt.

  • Yang kedua: karena mereka meyakini karena Ramadhan musim untuk orang iman beribadah, Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh di lewatkan untuk memperbanyak bekal di akhirat, untuk memperbanyak bekal menghadap Allah swt.

  • Dan yang ketiga: karena mereka mengetahui mereka memahami bahwa Ramadhan adalah madrasah imaniyah yaitu tempat latihan keimanan dimana orang iman didalam Ramadhan dituntut meninggalkan hal-hal yang dicintai untuk mengharap ridhonya Allah swt.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَفِظْنَاهُ وَإِنَّمَا حَفِظَ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan Barangsiapa berdiri mencari Lailatul Qodr dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Maka disini wajib bagi kita untuk melaksanakan apa yang disabdakan Nabi, kita menghadapi bulan ramadhan dengan sukacita dengan bergembira, bukan karena banyak makanan, bukan karena banyak undangan, yang tersedia saat berbuka puasa, melainkan dengan banyaknya rahmat, kefadholan dari Allah. Itulah golongan pertama yang wajib kita ikuti dan kita wajib menjadi golongan yang pertama.

Golongan KEDUA : manusia pada saat menyambut bulan Ramadhan ada yang biasa-biasa saja, dingin-dingin saja. Mereka menganggap bahwa bulan Ramadhan bulan yang tidak ada keistimewaan, bahkan sebagian mereka menganggap bulan Ramadhan adalah bulan yang berat, mereka mengibaratkan tamu yang tidak menyenangkan, tamu yang tidak mereka sukai, kenapa begitu?

Karena mereka memang tidak membiasakan dirinya dalam ketaatan. Inilah penyebab terbesar, maka ketika Ramadhan datang mereka semakin berat melaksanakan kewajiban-kewajiban, ketaatan-ketaatan dalam bulam ramadhan, karena di bulan Ramadhan banyak kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, seperti puasa maupun ibadah-ibadah yang lain.

Maka mereka selalu berat, bahkan mereka selalu menghitung hari, kapan ramadhan selesai, jam demi jam, menit demi menit, bahkan detik demi detik. Mereka selalu menghitung kapan perginya Ramadhan.

Yang kedua penyebab mereka biasa-biasa saja dingin-dingin saja, bahkan terasa berat karena mereka terbiasa mengikuti apa yang menjadi kehendak mereka, mereka selalu melepas hawa nafsunya menikmati berbagai kenikmatan dan syahwat.

Padahal ancaman tidak puasa (mokel) sehari berat resikonya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ ابْنِ الْمُطَوِّسِ عَنْ أَبِيهِ الْمُطَوِّسِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ لَمْ يُجْزِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berbuka satu hari di bulan ramadlan tanpa udzur yang dibolehkan, maka hal itu tidak dapat diganti meskipun puasa satu tahun. ”

Marilah kita sambut bulan Ramadhan dengan penuh suka-cita, dengan penuh semangat, sing-singkan baju kita untuk ibadah dan ketaatan di bulan Ramadan.


Leave a Reply